Kecerdasan spiritual dan EQ cukup untuk bekal santri

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ketika selesai atau disela-sela sholat jama’ah atau disela mengaji,beliau abah sering berpesan bahwa beliau tidak mengahruskan santri-santrinya untuk pintar, dalam segi hafalan kitab dll, mekipun jika itu bisa tercapai lebih baik, tapi beliau sudah sangat senang apabila santri-santrinya bisa belajar mengerti attitude, sopan santun, dan tanggung jawab.

Dalam sebuah kesempatan beliau berpesan , “Saya lebih senang dengan santri yang memiliki EQ (Emosional Intelligence) yang tinggi di banding IQ yang tinggi, apalagi jika dia memiliki Kecerdasan spiritual SQ (Spiritual Intelligence) yang tinggi ” .Tentu tanpa mengesampingkan bahwa semua bentuk kecerdasan adalah anugrah dari Alloh SWT. Hal ini tentu sangat menggembirakan untuk kita yang rata-rata memiliki kecerdasan yang wajar, meskipun beliau (abah) ketika masih menuntut ilmu adalah termasuk santri teladan beliau tidak menuntut terlalu wajib untuk para santri dan santriwatinya agar seperti beliau.

Konsep beliau adalah mengembangkan dan memaksimalkan apa yang menjadi kesenangan dan keahlian santri/santriwati dengan memberikan segala macam fasilitas yang diperlukan oleh anak didiknya. Sehingga mereka bisa memaksimalkan potensinya, mulai dari kreativitas hingga produktivitas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Leave a Reply

Top