Mari Kita Hidup Berdampingan Dengan Alam

anas-anggoro-cahyo-edi-phpt-banyumasPondok Pesantren Rubat mbalong sangat pontensi bahkan sangat baik sekali kalau dikembangkan terus menerus karena belum banyak pondok pesantren yang mengelola antara kerohanian dan dari sisi ekonomi. Sementara di pondok pesantren ini rohaninya kecekel, ekonominya juga kecekel. Sehingga Menurut saya santri yang keluar dari pondok sudah terbekali baik itu rohaninya maupun sangu/bekal untuk berdikari di masyarakat. sehingga mereka tidak kesulitan untuk mencari nafkah, ini yang luar biasa.

Bahkan kalau kita melihat lahan yang ada disini pengembangan baik pertanian, peternakan, maupun yang dikombinasikan dengan perikanan. Ini kedepan yang namanya pertanian terpadu dan PHT (Pengendalian Hama Terpadu), itu memang kayak ini. Arah kedepannya nanti pertanian itu ya seperti di pondok rubat mbalong ini. Jadi kalau pondok ini dijadikan sebagai tempat untuk wahana menggodok, berlatih, ini akan sangat potensi karena sudah sesuai lagi baik sarana maupun prasarana sudah ada semua. Jadi saya sangat sangat mendukung usaha dari Gus Hasan.

Luar biasa kalau ini dikembangkan dan dipertahankan terus, Insyaallah kita akan menjadi percontohan. Pondok pesantren percontohan yang mendidik para santrinya disamping membekali dari sisi rohani juga dari ketrampilan/skill ekonomi.

Kalau saya berharap dengan adanya pelatihan yang kayak ini menjadikan bekal bagi para santri untuk selanjutnya begitu mereka lepas dari pondok pesantren mereka sudah tahu, sudah bisa, mereka bisa mengembangkan dan mereka bisa hidup rukun dalam sebuah ekosistem yang besar. Dimana dia bisa masuk (beradaptasi) dengan ekosistem tersebut artinya terhadap tumbuhan, terhadap makhluk yang lain yang hidup disitu tidak asal waton membunuh.

Bahwa yang namanya hama itu sebenarnya tidak ada. Jadi menurut kita disini yang namanya hama, yang ngasih SK/melabel hama adalah manusia. Allah SWT menciptakan itu bukan hama, bahwa makhluk yang merusak tanaman ini harus dibunuh, ITU TIDAK. Di alam sudah ada namanya rantai makanan, manusialah yang kadang memutus proses rantai makanan tersebut.

Jadi kita harus hidup berdampingan dengan alam, sehingga harapan saya, begitu para santri kembali ke lapangan, terjun ke masyarakat mereka bisa mengelola alam ini dengan benar-benar menyadari akan pentingnya ekosistem dan keberagaman.

*Testimoni Anas Anggoro Cahyo Edy, SP. dari Laboratorium PHPT (Pengamatan Hama & Penyakit Tanaman) Jatilawang Banyumas atas usaha pertanian terpadu dan kegiatan belajar bersama agensi hayati di Pondok Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus Desa Tambaksari Kec. Kedungreja Kab. Cilacap.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top