Pesantren Maju Indonesia Makmur

CSR BI Purwokerto Untuk Ponpes Rubat Mbalong Ell FirdausPesantren di Indonesia memiliki kekuatan ekonomi luar biasa dan bisa menjadi tolak ukur kemajuan ekonomi masyarakat Indonesia. Ketika pesantren mampu menghidupi dirinya sendiri secara mandiri/swadaya dan memiliki usaha/bisnis yang menghasilkan dan itu dialami oleh semua pesantren di Indonesia, maka ini bisa menjadi tolak ukur bahwa masyarakat Indonesia maju dan makmur. Begitu pula sebaliknya jika pesantrennya tidak lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya bisa disimpulkan bahwa sebenarnya penduduk indonesia ada masalah.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Ramdan Deny Prakoso Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, dalam acara peyerahan dana CSR BI Purwokerto kepada Gapoktan Sri Martani dan Ponpes Rubat Mbalong Ell Firdaus, Kamis 31 Desember 2015 di Pondok Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus Desa Tambaksari Kecamatan Kedungreja Cilacap.

csr bi purwokerto untuk gapoktan sri martani kedungrejaLebih lanjut Kepala BI Purwokerto menjelaskan bahwa Bank Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan dan bekerjasama dengan pesantren di seluruh Indonesia dalam pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Sesuai dengan MOU antara Bank Indonesia (BI) dan Kemenag yang disepakati pada November 2014.

Bagi Bank Indonesia (BI), lembaga pesantren adalah mitra strategis dalam menguatkan ekonomi, menjaga stabilisasi harga dan mitra untuk menumbuhkan wirausaha-wirausaha muda yang memang harus tumbuh dan dipelopori oleh pesantren.

“Saya melihat sendiri bagaimana luarbiasanya dan semangatnya Pak Hasan Mas’ud dan pasukan-pasukan mudanya punya cita-cita dan idealisme terkait dengan dunia usaha. Menurut Saya Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus ini layak dijadikan contoh bagaimana sebuah pesantren mengarah pada pesantren modern” Imbuh Ramdan Deny Prakoso memuji usaha pengasuh Ponpes Rubat Mbalong Ell Firdaus.

ponpes rubat mbalong ell firdausSenada dengan pernyataan tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Rubat Mbalong KH. M. Achmad Hasan Mas’ud mengatakan agama ketika selalu ditunjang, berkolaborasi dengan kekuasaan yang notabene untuk kemaslahatan maka agama itu akan menjadi kuat. Syiar-syiar agama apapun ketika didukung oleh Sulthon maka akan menjadi kuat. Dan begitu pula ketika kekuasaan (sulthon) di wilayah apapun, dimanapun ketika terus senantiasa mendatangi pesantren, berkolaborasi dalam kemaslahatan, terus bergumul dengan kegiatan syiar keagamaan maka kekuasaan itu akan lebih bertaqwa, lebih bersih.

Dan syiar-syiar agama tidak hanya berkutat pada ibadah makhluk dengan Allah SWT, melainkan juga meliputi muamalah antar sesama makhluk dalam bidang lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, bermasyarakat dan bernegara.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top