Program CSR BI Untuk Gapoktan dan Pondok Rubat Mbalong Ell Firdaus Cilacap

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto melalui program CSR menyerahkan bantuan kepada Gabungan Kelompok Tani/ Gapoktan dan pondok pesantren di Kabupaten Cilacap dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Rahmat Hernowo kepada Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, dalam satu acara di desa Maos Kidul, Selasa (09/12).

Bantuan selanjutnya oleh Bupati Cilacap Tatto S. Pamuji diserahkan kepada Ketua Gapoktan Sumber Makmur, Ketua Gapoktan Sri Martani dan Pimpinan Ponpes Rubat Balong Ell Firdaus.

Bantuan yang diserahkan antara lain, pembuatan 40 unit rumah burung hantu Tyto Alba dan penangkaran senilai Rp. 76 Juta untuk Gapoktan Sumber Makmur desa Maos Kidul. Bantuan Rice Milling Unit/RMU dan bangunan senilai Rp. 92 juta untuk Gapoktan Sri Martani desa Tambaksari Kedungreja, dan bantuan rumah jamur dan kawasan rumah pangan lestari sebesar Rp. 85 juta diserahkan kepada Pondok Pesantren Rubat Balong Ell Firdaus desa Tambaksari Kecamatan Kedungreja.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Rahmat Hernowo, bantuan pembuatan rumah burung hantu Tyto Alba dimaksudkan untuk mengendalikan hama tikus pada pertanaman padi. Program ini merupakan Coorporate Sosial Responsibility dari BI Purwokerto, dalam rangka ikut mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Cilacap.

Burung Tyto Alba, lanjut Rahmat Hernowo, makanan kegemarannya adalah tikus yang merupakan musuh dari para petani. Dalam rangka pengendalian hama tikus tersebut langkah yang sangat tepat dengan mendatangkan predator alami yakni burung hantu. Dengan pembuatan rumah burung hantu Tyto Alba/Rubuha pada persawahan yang endemis terhadap serangan hama tikus, diharapkan ini menjadi langkah yang strategis dalam menekan hama tikus di persawahan para petani.

Berdasarkan kemampuan terbangnya, burung hantu Tyto Alba mampu menjaga wilayah teritorialnya dengan luasan mencapai lima hingga sepuluh hektar sawah. Dan setiap malamnya seekor burung hantu dapat memangsa dua hingga tiga ekor tikus dewasa, ujar Rahmat.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan yang sama menyampaikan, bahwa masalah keamanan dan ketersediaan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, BUMN, BUMD dan masyarakat.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kantor Perwakilan BI Purwokerto atas kepeduliannya dalam ikut membantu masyarakat petani di Kabupaten Cilacap.

Pemanfaatan burung hantu dalam pengendalian hama tikus, menurut Bupati, hal ini merupakan upaya kita dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah terjadinya kepunahan spesies burung hantu di Kabupaten Cilacap. Sekaligus dapat mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia dalam bidang pertanian.(sumber : humas cilacap)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top