Tanam Padi Metode Hazton

Metode hazton adalah sebuah metode tanam baru untuk pertanian padi yang ditemukan oleh Bapak Anton Kamarudin,Sp,Msi. Seorang PPL dari Dinas Kalimantan Barat dengan di bantu arahan dari Bapak Ir. H. Hazairin,MS. Yang selaku menjabat sebagai Kepala Dinas Kalimantan Barat.

Keunikannya metode hazton ini terletak pada jenis bibit padi yang ditanam dan jumlah bibit yang ditanam pada satu lubang. Jika umumnya metode biasa hanya menggunakan tiga bibit dalam satu lubang, metode Hazton menggunakan 20-30 bibit untuk satu lubang penanaman padi sehingga lebih rimbun. Sedangkan jenis bibit yang digunakan dalam metode ini umumnya menggunakan bibit padi yang lebih tua. Alasannya, bibit padi yang semakin tua akan lebih tahan terhadap penyakit. Dari hasil penelitian yang dilakukan Anton dan Hazairin didapati bahwa semakin padat bibit padi yang ada dalam satu lubang akan menghasilkan padi yang semakin banyak dan berkualitas. Selain itu, bibit padi yang semakin banyak akan lebih tahan berkompetisi di lapangan. Adapun kebutuhan air dari penanaman metode Hazton dibandingkan metode umum yaitu relatif sama.

Tapi tentu saja metode ini memiliki kekurangan, berikut ini adalah beberapa keunggulan dan kelemahan metode Hazton.

Keunggulan :

  1. Produksi panen tinggi.
  2. Mudah dalam penanamannya.
  3. Tanaman cepat beradaptasi/ tidak stres setelah tanam.
  4. Relatif tahan terhadap hama keong mas dan orong-orong.
  5. Sedikit atau bahkan tidak ada penyulaman dan penyiangan.
  6. Umur panen lebih cepat
  7. Mutu gabah tinggi
  8. Prosentase beras pecah tergolong rendah

Kelemahan:

  1. Memerlukan tambahan benih dari biasanya, keperluan benih untuk metode hazton berkisar antara 100-125 kg/ ha.
  2. Karena tanaman rimbun, maka perlu dikawal dengan agencia hayati (imunisasi padi, penggunaan decomposer/sterilisasi lahan, dan bio fungisida).
  3. Perlu pupuk (organik/ anorganik) tambahan dari dosis normal.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top